Pemeran
- Sam Worthington as Jake Sully
- Bailey Bass as Tsireya
- Zoe Saldana as Neytiri
Dalam film Avatar: The Way of Water (2022), tokoh yang paling menyentuh hati adalah Jake Sully, seorang mantan manusia yang kini sepenuhnya menjadi Na’vi dan hidup bersama Neytiri serta keempat anak mereka di Pandora. Setelah sebelumnya menjadi pahlawan dalam perang melawan kolonialis RDA, Jake kini menghadapi tanggung jawab yang jauh lebih besar, menjadi kepala keluarga, melindungi rakyat Omaticaya, sekaligus membesarkan anak-anaknya di dunia yang penuh ancaman. Kehidupan Jake sarat dengan tradisi suku, namun juga penuh konflik batin. Ia tumbuh dengan rasa takut kehilangan orang yang ia cintai, rasa yang sering kali membuatnya bersikap terlalu keras. Hal ini tercermin dari sifatnya yang penuh keberanian namun rapuh di dalam, seperti saat ia melatih anak-anaknya dengan disiplin tinggi, namun diam-diam merenung tentang apakah ia benar-benar mampu menjaga mereka dari bahaya. Bagi Jake, keluarga bukan hanya rumah, melainkan bagian dari jati dirinya yang tak bisa ia lepaskan.
Namun di balik keberanian dan sikap tegasnya, Jake menyimpan ketakutan terbesar: kehilangan Neytiri dan anak-anaknya. Ia sering merasa tidak diterima sepenuhnya, baik oleh dirinya sendiri yang masih dihantui masa lalu sebagai manusia, maupun oleh sebagian rakyatnya yang mempertanyakan keputusannya melarikan diri ke lautan. Salah satu adegan yang menggambarkan hal ini adalah ketika Jake berbicara kepada Neytiri di tengah malam, mengakui bahwa ia tidak yakin apakah ia pemimpin atau hanya seorang ayah yang ketakutan. Adegan sederhana itu menunjukkan betapa dalamnya rasa kesepian dan beban tanggung jawab yang ia rasakan, meski dirinya adalah seorang pahlawan.
Pertemuannya dengan suku Metkayina, serta ikatan baru dengan laut dan makhluk-makhluk yang menghuni sana, menjadi titik balik bagi perjalanan emosinya. Saat pertama kali pindah ke lautan, Jake tidak tahu bahwa pengalaman ini akan mengubah makna kepemimpinannya. Meski awalnya penuh konflik—seperti saat Tonowari meremehkan ketidakmampuan keluarganya beradaptasi atau ketika Lo’ak, anaknya, sering berbuat nekat, Jake mulai menyadari bahwa kekuatan sejati bukan terletak pada kendali, melainkan pada kebersamaan. Ia percaya bahwa setiap perbedaan, betapapun menyakitkan, bisa menjadi jembatan menuju persatuan. Inilah kekuatan utama Jake: kemampuannya mencintai tanpa syarat, meski dengan rasa takut kehilangan yang begitu besar.
Konflik emosional Jake juga terlihat dalam hubungannya dengan anak-anaknya, terutama Lo’ak. Sebagai ayah, Jake sering kali bersikap keras, membuat Lo’ak merasa tidak pernah cukup baik di matanya. Ketegangan ini memuncak saat Lo’ak berteman dengan tulkun, makhluk laut yang dikucilkan, yang membuat Jake marah sekaligus bangga diam-diam. Dari interaksi ini, penonton bisa melihat sisi rapuh sekaligus kuat dalam diri Jake, ia masih seorang prajurit yang penuh trauma, tapi juga seorang ayah yang belajar melepaskan kendali dan mempercayai anak-anaknya.
Puncak perjalanan emosinya terletak pada momen ketika keluarga Sully kehilangan Neteyam, putra sulung mereka. Kehilangan itu membuat Jake hancur, namun juga menjadi titik kebangkitan bagi dirinya, Neytiri, dan anak-anaknya untuk bersatu menghadapi RDA. Dengan air mata sekaligus keberanian, Jake menyadari bahwa kekuatan keluarga bukan hanya soal melindungi, tetapi juga tentang bangkit bersama dari kehilangan. Kalimat tak terucap yang mengiringi tindakannya, “Keluarga kita adalah benteng kita,” menjadi wujud keyakinan Jake bahwa ikatan darah dan cinta jauh lebih kuat daripada senjata atau peperangan.
Secara keseluruhan, Jake Sully diperankan dengan mendalam oleh Sam Worthington adalah representasi nyata dari seorang ayah, pemimpin, dan manusia yang pernah merasa terjebak antara dua dunia. Namun justru dari rasa sakit, kehilangan, dan ketakutannya itulah ia tumbuh menjadi pribadi yang penuh kasih dan berani percaya pada kekuatan keluarganya. Melalui dirinya, Avatar: The Way of Water tidak sekadar bercerita tentang peperangan dan teknologi, tetapi juga tentang perjalanan batin seorang ayah yang belajar menerima luka, menantang takdir, dan menemukan arti sejati dari rumah, keluarga, dan cinta yang abadi.
